Kendaraan yang melaju tentunya perlu suatu sistem yang berguna untuk menghentikan atau mengontrol kecepatannya, itu adalah definisi sistem rem dan juga alasan mengapa sistem rem dibuat.
pada kendaraan bermotor seperti mobil untuk rem depan sekarang sudah menggunakan sistem rem hidrolik yang artinya menggunakan fluida ( minyak ) untuk menggerakan sepatu rem.
Dan berikut adalah tips - tips yang perlu dilakukan untuk menjaga sistem rem tetap bekerja secara optimal demi menjamin keselamatan anda dalam berkendara :
1. Minyak rem
Warna : Minyak rem yang baik adalah yang berwarna terang. Bila sudah berwarna gelap menandakan kualitas minyak rem sudah buruk. Karena seiring pemakaian fluida rem akan panas terkena induksi dari kerja sepatu rem yang dapat menimbulkan udara yang bisa menyebabkan sistem rem mengalami kerusakan seperti karat dan kebocoran pada master rem dan komponen lainnya.
Apabila warnanya sudah terlanjur sangat gelap
keruh dan kotor sebaiknya dilakukan penggantian master rem set karena pasti sudah terjadi kerusakan dalam master rem karena karat dan komponen karet-karet di dalamnya sudah lemah.
Ketinggian : Usahakan agar minyak rem berada di indikator MAX di dalam reservoir minyak rem.
Karena apabila ketinggiannya berkurang menandakan ada kebocoran dalam sistem rem atau ketebalan sepatu rem sudah menipis. Disarankan untuk segera lakukan pengecekan sistem rem ke bengkel resmi agar kualitas tetap terjamin dan dapat dipertanggung jawabkan.
Apabila ketinggiannya turun sangat signifikan, kemungkinan terjadi kebocoran pada sistem rem. Segeralah periksakan ke bengkel.
2. Slang - slang persambungan sistem rem
Periksalah slang-slang secara visual dan amati secara seksama dari kebocoran. Ciri-ciri terdapat kebocoran adalah :
-Slang-slang berdebu lembab
Periksalah slang-slang dari keretakan, apabila ada sedikit apapun sebaiknya ganti lah slang-slang persambungan rem tersebut karena sistem rem memiliki tekanan dalam fluidanya yang memungkinkan keretakan akan lebih besar lagi.
3. Sepatu rem ( kanvas rem ) / Pad rem / Brake pad / Pad kit
Ceklah secara rutin ketebalan sepatu rem anda. Gunakanlah part asli karena bila menggunakan part lokal bahannya terlalu keras sehingga piringan rem yang akan habis / rusak. Usahakan agar ketebalan minimalnya adalah "2 mm dari indikator ketebalan rem" nya. Bukan dari ketebalan remnya. Sehingga anda mempunyai waktu untuk membawanya ke bengkel untuk melakukan penggantian sepatu rem.
4. Piringan rem ( rotor )
Lihat permukaan piringan rem secara visual dari kerataan permukaannya, karena sangatlah penting demi menghasilkan proses pengereman yang sempurna. Permukaan yang tidak rata dapat mengakibatkan getar pada pedal rem saat di lakukan pengereman.
5. Caliper rem ( Cakram )
Periksalah kinerja dari kaliper rem terhadap korosi dan kemacetan pin-pinya dan juga piston rem. Karena caliper rem yang macet dapat mengakibatkan blokir ( kendaraan cenderung berbelok ke satu arah saat dilakukan pengereman ). Pemeriksaan mudahnya adalah dengan cara mengangkat kendaraan dan putarlah ban dengan tangan dan lihatlah kelancaran perputarannya dan lebih baik lagi bandingkan antara roda kiri dan kanannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar